dafrat Blog Q

MyCSSMenu Save Document [+] Open Visual Interface

Thursday, April 25, 2013

Liputan 25 04 2013 : Polisi Kembali Tangkap Bawang Merah tanpa Dokumentasi Resmi

Sedikitnya 4 Tuk Bawang Merah yang Diduga Ilegal Diamankan Polisi

SIAK - Sebanyak 4 Truck bawang merahyang diduga ilegal berhasil di tangkap pihak kepolisian, Rabu (24/4) di sekitar Benteng Hilir dan Lubuk Dalam, bawang tersebut kini diserahkan ke karantina yang berada di Pekanbaru untuk di lakukan pengecekan terhadap bawang tersebut

Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono Ketika di konfirmasi melalui Kasat Reskrim AKP Wisnu Wibowo Kamis (25/4) membenarkan telah adanya penangkapan yang di lakukan Polantas polres Siak.

"Ke-empat truck bawanag Merah itu di tangkap pada saat razia dengan tempat dan waktu yang berbeda," ujar Kasat

lanjut kasat, setelah sang sopir ditanya tentang dokumentasi barang, mereka tidak  dapat menunjukan Dokumen Resmi, selanjut nya mobi tersebut diamankan ke polres Siak.

"Saat ini barang bukti serta para tersangka sudah diamankan di Mapolres Siak dan barang bukti bawang merah di limpahkan ke karantina Pekanbaru" jelas Kasat.

Lanjut kasat, supir serta kenek truk tersebut saat ini sedang dalam proses penyidikan. Diantaranya Mora, Nurliyanto dan Arpan, Yodi, Ikhsan, Ardiyansah, mereka saat ini ditahan di Mapolres Siak untuk keperluan penyidikan lebih lanjut

Informasi yang di rangkum bahwa ke empat truck pengangkut bawang bombai itu berasal dari kabupaten bengkalis yang akan di bawa menuju kota-kota di provinsi Riau. Hingga kini pemilik barang ilegal itu masih belum di ketahui, dan penangkapan tersebut merupakan penangkapan yang ke tiga kalinya setelah beberapa waktu lalu pihak kepolisian juga mengamankan beberapa truck bawang bombai. (Lam BaiQ)

Liputan 25 04 2013 : Nelayan Keluhkan Keruh dan Busuknya Air Sungai Siak

Nelayan Keluhkan Keruh dan Busuknya Air Sungai Siak

KOTO GASIB - Para nelayan desa Buatan kecamatan Koto Gasib mengeluh, penghasilan mereka kini terancam disebabkan keruhnya air sungai Siak bahkan mengeluarkan bau, hal itu membuat ikan banyak yang mati, hal itu mengganggu penghasilan mereka

Hal ini sebagaimana disampaikan Husain (41) seorang nelayan yang tinggal ditepi sungai desa Buatan, Husain mengaku dirinya dan rekan-rekan nelayan yang lain sudah 2 minggu ini penghasilannya terganggu, keruh dam membusuknya sungai Siak membuat belat, jaring, jala dan tajur yang mereka pasang di sungai Siak tidak mampu menangkap ikan.

Karena sudah berlangsung lumayan lama, hal itu membuat para nelayan putus asa turun melaut, sampan-sampan yang digunakan mencari ikan kini terpaksan dinaikkan ke darat, aktifitas nelayan di daerah tersebut kini mati. Merenungi nasib sambil berharap keadaan segera pulih satu hal yang bisa dilakukan mereka, pasalnya mereka sudah bergantung pada penghasilan melaut yang sudah dilakukan keluarga secara turun temurun

"Kalau biasanya kami bisa menghasilkan sekitar Rp. 100 rb s/d Rp. 150 rb perhari, sekarang kalau dipaksakan melaut, mendapat uang Rp. 20 rb pun susah. Kalaupun dipaksakan mencari ikan, pasti penghasilan tidak sesuai dengan biaya yang kami keluarkan," tegas Hisin

Senada disampaikan Hasan (45) yang juga nelayan warga desa Buatan, menurutnya kehidupan nelayan di pinggir sungai siak kini sudah terancam, mereka hanya berharap adanya perhatian pemerintah untuk segera mengatasi permasaalahan yang ada.

"Kalau air keruh dan membusuk tentu ada sebabnya, kami percaya pemerintah bisa mencari penyebabnya dan bisa memulihkan kondisi ini. Jika hal ini dibiarkan pemerintah, kami nelayan ini mau makan apa!," tegas Hasan

Menurut Hasan, kemungkinan besar pencemaran air yang ada merupakan dampak dari limbah perusahaan, namun kepastiannya pihak tertentulah yang bisa menjawab. "Kalau memang akibat limbah perusahaan, harapan kami pemerintah bisa menertibkan perusahaan yang bersangkutan," pungkas Hasan. (Lam BaiQ)

Liputan 25 04 2013 : Kades Kecewa Jalan Rusak Takkunjung Diperbaiki

Kades Kecewa Jalan Rusak Takkunjung Diperbaiki

MEMPURA - Kepala Desa Benteng Hulu Bambang Cahyadi, Kamis (25/4) menyatakan pihaknya kecewa atas kurangnya perhatian pemerintah dan perusahaan yang menggunakan Jl Sudirman, pasalnya kerusakan jalan itu kini makin parah

Menurut Bambang Cahyadi, rusaknya jalan tersebut akibat kendaraan pengangkut CPO milik PTPN V, dengan muatan yang tidak berimbang dengan kekuatan jalan, maka aspal hancur dan makin parah. Menurutnya, pihak perusahaan tidak bertanggung jawab atas hal itu, terbukti saat dihubungi pihak desa PTPN melempar ke perusahaan pengangkut CPO, sementara perusahaan terkait saat dihubungi malah mengembalikan ke PTPN

"PTPN menunjuk perusaan yang megang proyek pengangkutan CPO, sementara perusahaan tersebut saat dihubungi malah mengatakan pihaknya hanya ngambil upah angkutan, dan tidak tahu-menahu masaalah itu," ungkap Bambang Cahyadi

Senda disampaikan oleh Kabid Dinamagra dinad Dinamarga dan Pengairan Kabupaten Siak Ardi Rafadi saat dihubungi Haluan Riau melalui Celuler. Disampaikannya, pihaknya bisa membangun jalan tersebut asal ada kerjasama dan komitmen perusahaan yang sering menggunakan jalan, menurutnya meskipun jalan tersebut jalan umum, namun kalau dilihat dari kendaraan yang lalu lalang, perusahaan CPO lah yang paling sering melebihi tonase.

Ardi mengaku pihaknya 2 tahun lalu sudah berupaya membangun dengan perusahaan terkait agar bisa melakukan baget shering dalam membangun jalan tersebut, sayangnya upaya tersebut kandas karena perusahaan enggan mengeluarkan dana. Padahal, diketahui bersama jalan tersebut merupakan akses jalan yang digunakan untuk mengangkut hasil usahanya, dan itu tidak mungkin kalau pemerintah terus yang membangun dan memfasilitasi perusahaan, sementara kontribusi perusahaan pada jalan tidak ada sama sekali

"Kami mau membangun, asal pihak perusahaan juga mau memberikan kontribusi pada pembangunan jalan tersebut, karena kita ketahui yang merusak adalah mereka," tegas Ardi

Perlu diketahui jalan tersebut merupakan jalan tertua, yang dulu digunakan sebagai akses menuju terminal dan pelabuhan siak, sampai hari ini jalan tersebut masih menjadi jalan poros menuju kantor camat Mempura. (Lam BaiQ)


Liputan 25 04 2013 : Bupati : Bangunan Baru Diharapkan Tingkatkan Motivasi Kinerja Pegawai

Peresmian Penggunaan Kantor PT. Permodalan Siak (Persi)

SIAK - Bupati Siak Drs. H. Syamsuar Msi meresmikan kantor baru PT. Permodalan Siak (Persi), Kamis (25/4) di Jalan Sapta Taruna, Kecamatan Siak, Siak


Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil bupati Siak Drs. H. Alfedri MSi, Dirut PT. Persi Husni Merza, Kapolsek Siak Kompol Arwin, Asisten I Fauzi Asni, Kabag Umum Sekda Siak Roni Rahmat


Dalam sambutannya Bupati menyampaikan, dari beberapa perusahaan BUMD yang dimiliki Pemkab Siak, baru satu perusahaan ini yang memiki kantor permanen. Hal itu tidak terlepas dari upaya yang dilakukan oleh Dirut perusahaan dan jajarannya

"Dengan pembangunan dan peresmian kantor baru ini, diharapakan dapat memotifasi kinerja pada karyawan dan karyawati. Keberhasilan usaha permodalan ini sangat didambakan guna peningkatan pembangunan di Siak, karena banyak usaha-usaha yang membutuhkan modal, sementara keberhasilan usaha dimasing-masing sektor akan memajukan daerah. Sebaliknya, jangan sampai kinerja malah menurun," ungkap Bupati

Selain itu, Bupati menghimbau pada semua BUMD yang ada di Siak, dari hasil evaluasi program kerja yang terlaksana, diharapakan dapat ditindak lanjuti, sehingga peningakatan kinerja dapat terwujud

"Dari Evaluasi yang kita lakukan bersama dengan semua BUMD yang ada, harapannya dapat segera dilaksanakan," tegas Bupati

Pemeritah berkomitmen melakukan pembinaan pada BUMD yang ada, diharapkan semua BUMD bisa maju dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat Siak. Jika didapati BUMD yang tumpur, maka Pemda tidak segan-segan mengeliminasi, atau menyatukan manajemennya dengan BUMD yang dinilai mampu menjalankannya. "Pembinaan yang dilakukan oleh Bupati, Wakil Bupati dan dinas-dinas terkait diharapkan dapat meningkatkan kinerja di tiap BUMD yang ada," tegas Bupati

Pada kesempatan tersebut Bupati mengucakan selat dan merasa bangga terhadap keberhasilan PT. Persi dalam membangun mitra kerja, keberhasilan itu tampak dengan papan-papan ucapan selamat yang terpajang di pinggir jalan, dan itu menunjukkan mitra kerjanya yang turut bangga dengan keberhasilan PT. Persi membangun Kantor Baru.

"Harapan kami, setiap BUMD yang ada di Siak bisa terus maju dan bekembang, sehingga ada yang bisa menjadi BUMD Percontohan," kata Bupati

Sementara Dirut PT. Persi Husni Merza menyampaikan, upaya pendirian kantor sudah dilakukan mulai tahun 2010 lalu, pembelian lahan dilakukan pada tahun 2010, sementara peroses pembangunan dimulai pada pertengahan tahun 2012 dan alhamdulillah selesai tahun 2012 juga. Di tahun 2013 pihaknya melengkapi kelengkapan kantor hingga akhirnya hari ini Kantor baru siap digunakan

"Peletakan batu pertama pada tahun 2012 yang juga dilakukan langsung oleh Bupati, alhamdulillah diakhir tahun 2012 pembangunan selesai dilakukan, selanjutnya kami mempersiapkan kelengkapan kantor hingga hari ini kantor Siap digunakan," ungkapnya. (Lam BaiQ)

Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi (1kiri) dan Wakil Bupati Siak Drs H Alfedri MSi (2kiri) didampingi Dirut PT PERSI Husni Merza BBA (2 kanan) dan Kapolsek Siak Kompol Arwin Saat menggunting pita pertanda diremikannya kantor baru PT Persi.25 04 2013

Liputan : 25 04 2013 : Kegiatan Lomba Desa Tingkat Kabupaten Desa Langkai

SIAK - Lomba Desa tingkat Kabupaten Siak kini sedang berlangsung, Kamis (25/4) tim penilai dari Kabupaten Siak mengunjungi Desa Langkai Kecamatan Siak, Siak untuk melakukan penilaian. Lomba ini dilakukan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) Kabupaten Siak. turut hadir pada kegiatan ini Camat Siak


Ketua tim penilai pada kesempatn tersebut yakni Kasubbid Kelembagaan dan adat BPMPD Kabupaten Siak Oni Weldi, SE, M.Si, disampaikannya, kegiatan ini merupakan Program rutin tiap tahun, yang dilakukan dari tingkat kecamatan hingga tingkat Nasional

"Tim penilai yang turun saat ini berjumlah 12 orang, terdiri dari perwakilan PKK, Dinas Kesehatan, Pendidikan, Industrian dan Perdagangan, Holtikutural dan Ketahanan Pangan dan BPMPD Siak," ungkap Oni Weldi

Dijelaskannya, indikator penilaian yang diambil dalam lomba ini adalah tentang Sosial, kemasyarakatan, keamanan dan ketertiban. Sementara hasil lomba ini akan diumumkan pada tanggal 5 Mai nanti, dan langsung disampaikan ke tingkat provinsi

Sementara Kades desa Langkai Agus Prianto menyampaikan, pada tahun sebelumnya desanya mendapat peringkat empat di tingkat kabupaten, harapannya tahun ini ada peningkatan prestasi sesuai upaya yang telah dilakukan. Jika dinilai dari persiapan, tahun ini lebih ringan dari upaya yang dilakukan pada tahun sebelumnya, pasalnya data kelengkapan lainnya sudah ada dan tinggal melengkapi

"Mudah-mudahan desa kami bisa meraih peringkat 2 atau 3, tentunya impian itu sesuai dengan upaya yang telah kami lakukan," ungkap Kades. (Lam BaiQ)

Wednesday, April 24, 2013

Liputan 25 04 2013 : Penemuan Mayat Ani Gegerkan Warga Siak


SIAK - Warga Siak digegerkan dengan penemuan mayat seorang lelaki yang terletak sekitar 800 meter di belakang kantor Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kelurahan kampung Rempak Kecamatan Siak, Rabu pagi (24/4) sekira pukul 08.00 Wib


Korban adalah Ani (45), seorang toke ojol (getah karet) warga kampung Rempak, Kecamatan Siak. Kondisi korban saat ditemukan sangat mengenaskan, terdapat bekas bakar dibagian atas tubuh korban, kepala sudah terpisah, satu bagian tangan putus dan tangan sebelahnya patah. Kuat dugaan, jenazah merupakan korban pembunuhan.


Kapolres Siak AKBP Sugeng Putut Wicaksono melalui kapolsek Siak Kompol Arwin WSc, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan Arwin, mayat pertama kali ditemukan oleh 4 (empat) warga Belantik Desa Langkai Kecamatan Siak, yang akan pergi ke kebun.

"Saat Saksi hendak kekebun di semak belukar tersebut, mereka melihat mayat dan langsung melaporkannya ke kantor Lurah, yang kemudian diteruskan ke Mapolsek," ungkap Arwin

Didekat korban, lanjut Arwin, juga ditemukan barang bukti lain yang diperkirakan milik korban yakni satu unit sepeda motor merk Honda Supra Fit less warna biru, Kerangajang Rotan, Timbangan besi, helem, kotak kardus bekas slok beberapa merk rokok dan dua ruas tulang belulang yang juga diduga tulang belulang korban.

"Dari barang-barang yang ditemukan disekitar korban, akhirnya diketahui, bahwa mayat tersebut adalah Ani, toke ojol warga Siak yang dilaporkan hilang oleh keluarganya sepuluh hari lalu," ungkap Arwin

"Karena kondisi mayat sudah rusak, akhirnya identifikasi awal oleh pihak keluarga dilakukan melalui barang-barang yang kita temukan bersama korban. Dan ternyata positif diakui keluarga bahwa barang-barang tersebut memang milik Ani," imbuhnya lagi


Sebelum ditemukan, pihak keluarga sudah melapor bahwa korban hilang terhitung sejak sepuluh hari lalu, akhirnya ditemukan. Sayangnya, saat ditemukan, kondisi warga Siak etnis Tionghwa ini, sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan membusuk


Pantauan lapangan, ratusan warga berduyun-duyun mendatangi lokasi kejadian, tampak pinggij jalan depan kantor BPPKP Kelurahan kampung Rempak Kecamatan Siak dipadati oleh parkir kendaraan warga. Warga turut menyaksikan evakuasi yang dilakukan oleh pihak terkait, dari pengumpulan jasad korban, barang bukti hingga pengangkatan jasad korban.


Kejadian ini mendapatkan perhatian Bupati Siak Drs. H. Syamsuar yang turun ke lapangan sekitar pukul 9.00 Wib. Menemukan kantor Badan Pelaksana Penyuluh dan Ketahanan Pangan (BPPKP) yang saai itu masih tutup, membuat Bupati naik darah dan marah-marah. (Lam BaiQ)

Kondisi Korban Saat ditemukan


Tim Polres Siak, Polsek Siak disaksikan masyarakat saat mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan disemak belukar belakang kantor BPPKP kelurahan Kampung Rempak, kecamatan Siak. 25 04 2013


Liputan 25 04 2013 : Pemuda Tidak Ihlas ISG Dipindahkan ke Jakarta


SIAK - Pemuda Riau tidak terima atas keputusan Mentri Pemuda dan Olahraga (Mempora) Roy Suryo memindahkan lokasi kegiatan Islamic Solidarity Game (ISG) ke Jakarta, hal ini sebagaiman disampaikan olek Ketua PLT KNPI Provinsi Riau Toni Werdiansyah dalam sambutannya pada acara Pelantikan Pengurus DPD KNPI Siak di Gedung Maharatu Siak, Rabu (25/4)

Menurut Toni Werdiansyah, keputusan Mempora yang diutarakan beberapa hari lalu sama sekali tidak menghargai pejuang yang mengupayakan Indonesia menjadi Tuan Rumah, terutama yang mengupayakan Riau menjadi Tuan Rumah.


"Kami pemuda Riau tidak ihlas kalau ISG dipindahkan ke Jakarta, padahal Riau dulu diperjuangkan karena dinilai dari Melayunya, yang mana masyarakat melayu identik dengan Islam," ungkapnya


Menanggapi kebijakan itu, maka diperlukan aspirasi pemuda Riau untuk disampaikan pada pemerintah pusat. "Untuk itu perlu aspirasi dari pemuda pada pemerintah pusat," pungkas Toni Werdiansyah. (LamBaiQ)